Pelatih Manchester United Tidak Adil

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, bersikap tak adil dengan memberi terlalu banyak tekanan pada Marcus Rashford. Demikian diiungkapkan mantan pelatih dan gelandang Liverpool, Graeme Souness. Menurutnya, Rashford telah mengawali musim ini dengan mengesankan di mana ia sukses mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 United atas Chelsea di Old Trafford pada Minggu (10/8) lalu.

Pelatih Manchester United Tidak Adil pada Marcus Rashford

Hasil gambar untuk Marcus Rashford

Pemain berusia 21 tahun itu akan dipinta untuk bermain lebih baik lagi musim ini, sesudah The Red Devils putuskan untuk menjual Romelu Lukaku ke Inter Milan musim panas ini. Namun, Souness mengkritik Solskjaer, sebab sangat mengandalkan pemain asal Inggris itu untuk mencetak banyak gol musim ini. Rashford pasti akan lebih kerap kali bermain. Namun pada usia 21 tahun, ia tahun lalu telah dipinta menjadi pemain utama di United, kata Souness kepada Sky Sports yang diinfokan situs bola online legal.

Anda berbicara seputar membawa pemain muda berusia 17 dan 18 tahun untuk datang dan melaksanakan pekerjaan secara teratur untuk para pelatih Manchster United. Saya pikir [untuk] pemain muda itu sangat, sangat susah. Kita sedang bicarakan klub sebesar Man United di sini, tambahnya. Man United patut dapat peroleh sesuatu yang lebih baik daripada apa yang mereka peroleh ketika ini. Sebagai pemain muda, apakah Rashford akan bermain tiap-tiap pekan secara reguler? Itulah poin yang mau saya tekankan, ungkap Sounnes.

Ia tak akan bermain tiap-tiap pekan, ia akan datang pada regu dan bermain dengan mengerahkan seluruh kemampuannya, melaksanakan dengan baik, memenangkan trofi dan secara pelan dikenalkan, tambahnya. Saya pikir, itu benar-benar tak adil baginya, pada usia 21, atau 20 tahun pada tahun lalu, pelatih Manchester United telah memintanya untuk menjadi pemain andalan, tegasnya.

Kenyataannya adalah, semenjak ketika jendela transfer ditutup, mereka minta Rashford – di usianya yang masih 21 tahun, untuk menjadi striker utama di klub sepak bola sebesar ini. Saya rasa ia mencetak 10 gol dari 33 lomba tahun lalu, itu tak cukup untuk United. Seluruh tekanan dibebankan pada pundaknya, ujar Sounnes.